Sunday, 21 April 2013

Leader and Manager


Teuku Fadhil Magistra
1111001051


Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Mereka perlu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok kecil maupun dalam kelompok besar. Hidup itu tidak mudah, karena mereka harus pintar dalam mengelola sesuatu agar dapat mencapai apa yang diinginkannya.

Dalam suatu kehidupan sehari-hari, seperti di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, organisasi, perusahaan, bahkan pemerintah sekalipun, pasti kita pernah mendengar yang namanya pemimpin. Sebenarnya apa sih pemimpin itu? Apa beda pemimpin dengan kepemimpinan? Berdasarkan yang saya ketahui, ternyata pemimpin itu adalah seseorang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus, mengatur, dan memimpin suatu sistem yang telah ada. Sedangkan kepemimpinan itu adalah kemampuan dari seseorang pemimpin tersebut dalam mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. 

Jadi dikatakan bahwa seorang leader memiliki sikap untuk mengurus, mengatur, dan memimpin suatu sistem, tapi bukan berarti leader sama dengan manager. Leader dan Manager itu berbeda, tetapi saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain. Why? Karena seorang manager belum tentu merupakan seorang leader dan seorang leader tidak harus menduduki posisi atau jabatan menjadi manager. Contohnya adalah misalnya sebut saja namanya Arya, dia telah menjadi seorang manager. Bisa jadi si Arya tersebut menjadi seorang manager karena telah ditunjuk atau diangkat untuk menduduki posisi tersebut. Dan di suatu sisi misalkan sebut saja namanya Fadhil, dia telah menjadi leader, maka seseorang tersebut akan menjadi leader ketika pribadi, karakter, pengetahuan, dan keterampilan seseorang tersebut dikenali dan diterima oleh mereka yang dipimpinnya. Sehingga bawahan Fadhil bukan lagi melakukan apa yang Fadhil minta hanya karena Fadhil adalah atasan mereka, tetapi lebih kepada karena mereka menyukai dan respect terhadap si Fadhil ini. 

Maka kesimpulan yang dapat diambil adalah manager merupakan seseorang yang telah dipercaya untuk mengelola dan mengatur sumber daya – sumber daya yang telah ada, sedangkan leader merupakan seseorang yang dipercaya secara keseluruhan dalam organisasi untuk memimpin, mengatur, mengelola, menginspirasi, dan memotivasi timnya atau sistem dibawahnya untuk mencapai tujuan bersama. 

Pemimpin


Rabiah El Adawiyyah
1122002012

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki visi dan misi suatu kegiatan bersama anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Ia yang mempersatukan dan bertugas mengarahkan anggota – anggota kelompoknya. Dengan kata lain, pemimpin tidak bisa dipisahkan dari kelompoknya, karena ialah yang menentukan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideology kelompok dan aktivitas kelompok. Pengikut bersifat sukarela, pemimpin yang mengajak orang lain untuk mengikutinya, tetapi anggota - anggota lainnya tidak memimpin.

Pemimpin adalah seseorang yang memotivasi anggotanya untuk berfikir dan bertindak dengan cara yang diinginkan. Untuk mendapatkan orang lain untuk mengikuti, baik secara ideologis maupun praktis, Anda perlu memotivasi mereka. Dengan kata lain, kepemimpinan adalah semua tentang mengubah pikiran. Kepemimpinan dilahirkan dan ada pada seseorang sejak ia lahir. Dan merupakan kemampuan seseorang untuk meng-handel orang lain untuk memperoleh dan mencapai hasil atau tujuan yang sudah ditentukan. 
Pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain ,seperti dengan atasan, staf, atau teman sekerja dalam organisasi maupun luar organisasi. Menyusun tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik merupakan salah satu tanggung jawab pemimpin juga. Dan ia bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan. Untuk menjadi pemimpin yang efektif,  seseorang telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan. Lalu bakat-bakat tersebut dikembangkan lagi saat ia menduduki jabatan kepemimpinannya. 

Pemimpin yang tidak diperlukan ketika pengikut tidak membutuhkannya seperti keahlian, ketika pengikut ahli dan mampu dalam pekerjaan yang mereka lakukan, maka ada sedikit kebutuhan untuk memimpin mereka dalam tugas-tugas yang mereka lakukan. Dan ketika pengikut sudah termotivasi dalam pekerjaan yang mereka lakukan, maka tidak ada kebutuhan bagi pemimpin untuk berusaha bergairah mereka untuk pekerjaan. 

Manfaat dasar memimpin adalah bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk mengatur arah, sehingga mencapai jauh lebih banyak daripada Anda sendiri bisa. Kebutuhan dasar seorang pemimpin adalah kontrol. Merupakan sebuah kebutuhan dasar yang dapat diperoleh baik oleh ceding kontrol untuk dipercaya orang lain atau dengan mengambil kontrol dan bertindak sendiri. Pemimpin menggunakan kedua sisi ini, berusaha untuk bertanggung jawab dan juga menjadi orang yang lain menyerahkan kendali tindakan mereka.

Tidak segampang yang kita kira untuk menjadi pemimpin atau memimpin. Untuk memimpin, seseorang harus menjiwainya, dan memiliki kesadaran akan hal-hal yang dilakukannya serta bertanggung jawab atas keputusannya dan anggota- anggotanya. Tidak gampang untuk bisa meng-handel anggota-anggota yang sifatnya berbeda, cukup susah untuk memimpin.

PEMIMPIN dan KEPIMIMPINAN


Andi Georgina Sandra Putri
1122002004


Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Dalam praktek sehari-hari antara pemimpin dan kepemimpinan sering diartikan sama, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin.

Perkataan pemimpin mempunyai macam-macam pengertian. Dalam Islam terdapat beberapa istilah yang mengarah kepada pengertian pemimpin, diantaranya: Umara atau ulil amri yang bermakna pemimpin negara (pemerintah), Amirul ummah yang bermakna pemimpin (amir) ummat, al-Qiyadah yang bermakna ketua atau pimpinan kelompok, al-Mas’uliyah yang bermakna penanggung jawab, Khadimul ummah yang bermakna pelayan ummat.

Jadi, pengertian pemimpin adalah orang yang ditugasi atau diberi amanah untuk mengurusi permasalahan ummat, baik dalam lingkup jamaah (kelompok) maupun sampai kepada urusan pemerintahan, serta memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat dengan memberikan perhatian yang lebih dalam rangka upaya mensejahterakan ummatnya, bukan sebaliknya, mempergunakan kekuasaan dan jabatan untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada, hanya untuk pemuasan kepentingan pribadi (ananiyah) dan kaum kerabatnya atau kelompoknya (ashobiyah).

Adapun pengertian kepemimpinan, merupakan sebuah fenomena yang kompleks sehingga amat sukar untuk membuat rumusan yang menyeluruh tentang pengertian kepemimpinan.

Dahulu orang menyatakan, kepemimpinan adalah ciri bawaan psikologis yang dibawah sejak lahir, yang merupakan ciri khusus yang ada pada diri seseorang. Sehingga dia memiliki kharisma dan kewibawaan untuk memimpin massa yang ada disekitarnya. Ia menjalankan kepemimpinannya tanpa teori, tanpa menjalani pelatihan dan pendidikan sebelumnya.

Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan juga berkembang secara ilmiah. Pada awal abad ke-20 Frederik W. Taylor mempelopori scientific Management, yang di kemudian hari menjadi ilmu kepemimpinan. Kepemimpinan tidak lagi didasarkan pada bakat dan pengalaman tetapi berdasar pada pendidikan dan pelatihan.

Seorang pimpinan harus memiliki bakat kepemimpinan dalam mendukung tugasnya.Pemimpin dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan kemampuan manajerial (Manajerial Skill) maupun kemampuan teknis (Teknical Skill) secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin dengan kekuasaan yang dimilikinya dapat mempengaruhi, mengerahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Olehnya itu seseorang akan menjadi seorang pemimpin yang efektif apabila secara genetika telah memiliki bakat kepemimpinan dan bakat-bakat tersebut, dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya, serta kemampuan tersebut dapat ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.